Ghostwriter vs Ghostwriting: Apa Bedanya dan Dari Mana Istilah Ini Berasal?
Table of Contents
![]() |
| ilustrasi ghostwriter misterius membaca buku di bawah pohon (pexels.com/Vincent Nguyen) |
Kesalahpahaman ini cukup umum, terutama bagi yang baru masuk ke dunia kepenulisan atau freelance writing. Padahal, memahami perbedaannya bisa membuat kamu lebih tepat dalam menggunakan istilah ini, baik dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari.
Sebelum masuk ke perbedaannya, menarik juga untuk tahu asal-usul istilah ini terlebih dahulu. Yuk, simak penjelasannya lengkap berikut ini.
Asal kata ghostwriting
Istilah ghostwriting berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu “ghost” yang berarti hantu, dan “writing” yang berarti menulis. Jika digabungkan, maknanya secara harfiah adalah “menulis secara hantu” atau “menulis secara tersembunyi”.
Makna “ghost” di sini bukan berarti mistis, tetapi menggambarkan seseorang yang bekerja tanpa terlihat atau tanpa diakui secara publik. Karena itu, ghostwriting merujuk pada praktik menulis yang hasilnya tidak mencantumkan nama penulis sebenarnya.
Istilah ini mulai digunakan secara luas dalam dunia penerbitan modern sekitar abad ke-20, terutama ketika banyak tokoh publik, politisi, dan selebriti menggunakan penulis bayangan untuk menulis buku atau pidato mereka. Ya, tujuannya pasti bervariasi, silakan kamu pertimbangkan sendiri, hehe.
1. Ghostwriter adalah orangnya
Ghostwriter adalah seseorang yang menulis untuk orang lain tanpa namanya dicantumkan di karya tersebut. Fokusnya ada pada pelaku atau individu yang menjalankan pekerjaan menulis tersebut.
Seorang ghostwriter bisa menulis berbagai jenis konten seperti buku, artikel, atau materi publik lainnya sesuai kebutuhan klien. Namun, semua hasil tulisannya akan dipublikasikan atas nama orang lain.
Dengan kata lain, ghostwriter adalah “penulis di balik layar” yang bekerja secara profesional untuk membantu menyampaikan ide milik orang lain. Jadi, bisa dipahami sampai sini, ya.
2. Ghostwriting adalah prosesnya
Berbeda dengan ghostwriter, ghostwriting adalah aktivitas atau proses menulis untuk orang lain tanpa atribusi nama penulis asli. Di sini fokusnya bukan pada orangnya, tetapi pada sistem atau praktik kerjanya.
Ghostwriting mencakup seluruh proses mulai dari riset, penulisan, hingga revisi sesuai permintaan klien. Semua dilakukan tanpa adanya kredit publik untuk penulis sebenarnya.
Jadi, kalau ghostwriter adalah orangnya, maka ighostwriting adalah pekerjaan atau praktik yang dilakukan oleh orang tersebut. Mudah dipahami dan ternyata memang sesederhana itu.
3. Perbedaan paling mudah untuk diingat
Cara paling sederhana untuk membedakan keduanya adalah dari konteks penggunaannya. Jika yang dibicarakan adalah orang, maka istilah yang tepat adalah ghostwriter.
Sedangkan jika yang dibicarakan adalah aktivitas atau proses menulisnya, maka istilah yang digunakan adalah ghostwriting. Perbedaan ini mirip seperti “teacher” (orangnya) dan “teaching” (aktivitasnya).
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa menggunakan kedua istilah tersebut dengan lebih tepat dan tidak tertukar lagi. Karena ghostwriter dan ghostwriting memang terdengar mirip, tetapi memiliki makna yang berbeda. Satu merujuk pada orang yang menulis, sementara yang lain merujuk pada proses menulisnya.
Mengetahui asal kata dan perbedaannya membuat kita lebih paham bagaimana dunia kepenulisan bekerja di balik layar. Dan pada akhirnya, detail kecil seperti ini bisa membantu kamu terlihat lebih paham dan profesional dalam dunia menulis.
Jadi, masih bingung istilah apalagi di kepenulisan? Coba komen di bawah kalau kamu punya pertanyaan dan belum menemukan jawabannya, siapa tahu bisa dibuatkan artikel selanjutnya.

Posting Komentar