Perjalanan Mendapatkan 1 Juta Pertama dari Blog Pribadi Tanpa AdSense

Table of Contents
seorang penulis sedang mengetik untuk blog pribadinya karena sudah berhasil mendapatkan satu juta pertama tanpa adsense
ilustrasi menulis blog untuk mendapatkan satu juta pertama (freepik.com/http://rawpixel.com/)
Kak Aziz lulus kuliah dengan satu keputusan penting, yaitu tidak ingin buru-buru bekerja offline di jalur yang  kata orang-orang harus sesuai ijazah S1. Ada kegelisahan yang mendorong saya untuk mengeksplor dunia kepenulisan lebih serius, bukan sekadar hobi, tapi sebagai salah satu jalan hidup.

Dari sinilah blog pribadi mulai saya pandang sebagai rumah, bukan hanya etalase yang berisi kumpulan tulisan sebagai portofolio. Ya, meskipun nggak mudah untuk memulainya di awal-awal, tapi saya nekat untuk terus mencoba dan mempelajarinya secara pelan-pelan.

Blog pribadi bagi saya bukan soal cepat menghasilkan, tapi soal membangun jejak digital yang kelak juga bisa bekerja sendiri. Tulisan-tulisan itu akan terus hidup di mesin pencari, bahkan saat saya sedang tidak membukanya lagi, atau bahkan sudah menulis tulisan yang kesekian kalinya.

Mindset inilah yang kemudian membuat saya bertahan di fase awal meskipun serba membingungkan. Saya mulai mencari tahu sumber apa saja selain adsense yang bisa diperjuangkan untuk mendapatkan penghasilan dari blog.

Kenapa tanpa adsense? Karena selain pengajuannya yang lumayan rumit, blog yang dipasangi iklan adsense terasa cukup berat dan mengganggu kenyamanan membaca. Nah, berikut akan saya bagikan berdasarkan pengalaman dan bisa kamu usahakan juga!

Awal Memulai Blog Pribadi dengan Blogger

Di awal, saya benar-benar awam soal blogging. Belum paham teknis, tidak tahu monetisasinya nanti bagaimana, bahkan bingung harus mulai dari mana.

Saya memilih Blogger karena gratis, sederhana, dan tidak ribet soal hosting. Platform ini sangat ramah untuk pemula yang ingin fokus menulis tanpa dibebani urusan teknis.

Ya, meskipun pada akhirnya nanti fungsinya lebih terbatas hanya untuk kumpulan tulisan, tapi memang niat awal saya adalah bisa konsisten menulis tanpa ada aturan baku perihal moderasi. Jadi, saya meyakinkan bahwa blogger bisa dicoba dulu.

Sempat kepikiran untuk langsung menggunakan wordpress.org yang nantinya harus sewa hosting juga, tapi saya rasa itu bisa dipertimbangkan lagi nanti. Karena memang fokus saya masih belum sepenuhnya di industri kepenulisan ataupun website saja. Tapi, ini bisa beda-beda dan boleh banget disesuaikan dengan preferensi masing-masing.

Modal Awal, Membeli Template Premium dan Langganan Domain

Langkah pertama yang saya lakukan adalah berlangganan custom domain dan template premium. Total investasi saat itu sekitar 500 ribu rupiah, angka yang cukup besar bagi fresh graduate.

Keputusan ini bukan untuk gaya-gayaan, tapi agar blog terlihat lebih profesional dan nyaman dibaca. Meski sebenarnya banyak template gratis yang bagus, saat itu saya ingin sekalian belajar serius dan berkomitmen.

Kalau kamu mau beli, saya pakai penyedia layanan domain dari domainesia. Untuk template kamu bisa juga beli di sugeng.id ini tidak di endorse, ya. Jadi, silakan bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing!

Nah, untuk template yang saya beli itu tinggal pasang dan custom sesuai arahan, nanti ada code html nya yang bisa diikuti, mungkin awal-awal akan kesulitan tapi lama-lama pasti terbiasa. Cukup beli satu template sekali ,tidak ada biaya langganan dan kalau mau dipakai di beberapa blog juga bisa, asalkan milik pribadi.

Kalau domain, itu langganan. Kamu bisa berlangganan setahun sekali, yang penting jangan lupa diperpanjang supaya masih bisa kamu akses ke depannya. Kalau nggak diperpanjang, domain akan kadaluarsa.

Asli, di titik itu saya senang sekali. Mendapatkan kesempatan memiliki domain abdulaziz.id, sungguh sangat pas dan terasa autentik. Abdul Aziz (ID = Penulis dari Indonesia), haha. Kamu bisa cek-cek dulu saja ketersediaan domain sebelum meyakinkan diri membelinya.

Mulai Aktif Menulis dan Mengisi Blog Pribadi

Setelah blog siap, tantangan berikutnya adalah konsistensi. Saya mulai menulis artikel secara rutin dengan topik yang saya kuasai dan saya sukai. Utamanya memang seputar tips menulis dan didukung artikel self-growth.

Tidak langsung memikirkan uang, yang penting blog terisi dan mesin pencari mulai mengenali keberadaan saya. Dari sini saya belajar satu hal penting bahwa blog tidak bisa dipaksa cepat, tapi bisa dipupuk pelan-pelan.

Saya usahakan setiap hari mempublikasikan minimal 1 tulisan di blog. Sambil pelan-pelan membenahi tata letak dan lainnya. Berbeda dengan menulis di platform yang saya tinggal fokus menulis, nyatanya mempunyai blog pribadi itu cukup effort, karena kendali penuh ada pada di diri sendiri.

Monetisasi Pertama, Backlink dari SeedBacklink

Pintu rezeki pertama datang dari hal yang tidak saya sangka. Saya mendaftarkan blog ke situs SeedBacklink dan mulai menerima tawaran kerja sama berupa content placement.

Nggak banyak waktu itu, saya cukup mempublikasikan satu konten dari sebuah brand dengan sesuai ketentuan, lalu mereka membayar senilai 125.000. Tapi, masih dikenakan biaya admin dari seedbacklink sebesar 25%, hehe.

Tapi, saya jadi makin bersemangat. Karena setelah itu ada tawaran backlink yang bukan dari seedbacklink. Melainkan ada dari pihak domainesia yang langsung menghubungi saya melalui email.

Nah, ini lebih besar dari sebelumnya dan tidak dikenakan admin. Mereka membayar senilai 150 ribu rupiah. Berlanjut repeat order dan biayanya bertambah sebesar 200.000 karena link yang disematkan ada dua.

Saya hanya perlu mem-posting artikel yang sudah mereka siapkan sesuai ketentuan. Tidak perlu memikirkan topik, tidak perlu riset panjang. Ya, saya cukup mempublikasikan nya saja di blog pribadi.

Dari sinilah penghasilan blog mulai terasa nyata. Sedikit demi sedikit, hingga akhirnya terkumpul 1 juta pertama dari blog pribadi. Tapi, jangan dilihat hasilnya, saya mencapai nominal ini setelah di tahun pertama kurang konsisten menulisnya, baru tahun selanjutnya saya bisa lebih serius.

Bayangkan jika saya tidak memperpanjang domain, mungkin cerita ini belum tentu saya tuliskan. Bahkan, blog ini belum tentu akan bertahan. Jadi, proses itu memang harus diusahakan.

Monetisasi Lanjutan, Blog sebagai Media Kelas Menulis

Setelah blog mulai punya trafik dan kredibilitas, saya tidak berhenti menunggu ada pesanan backlink. Blog kemudian saya jadikan pusat informasi kelas menulis yang  dikelola.

Saya membuat artikel premium yang dikunci, khusus untuk peserta kelas. Blog bukan hanya tempat membaca, tapi ruang belajar yang berkelanjutan.

Bagi saya saat ini, blog Sudah jadi sebuah aset jangka panjang. Di tahap tersebut, blog benar-benar berfungsi sebagai bagian berharga dari karir menulis saya. Blog pribadi juga membantu memberikan edukasi, branding, sekaligus monetisasi.

Penghasilannya memang tidak selalu besar di awal, tapi bisa jadi bentuk apresiasi dan terasa bertumbuh seiring waktu. Dan salah satu buktinya dari artikel ini, kamu sudah meluangkan waktu membacanya, karena ini salah satu artikel premium tersebut yang saya maksud.

Mindset Penting, Jangan Terburu-buru Menghasilkan

Salah satu kesalahan pemula adalah ingin blog langsung menghasilkan. Padahal, blog adalah investasi jangka panjang.

Anggap saja setiap tulisan sebagai tabungan digital. Hari ini ditanam, besok atau lusa bisa dipanen.

Tidak harus WordPress, Blogger juga bisa. Karena berbagai pilihan ini juga jadi kebingungan orang-orang ketika mulai membuat blog. 

Banyak orang merasa blogging harus langsung pakai WordPress berbayar dengan template mahal. Padahal, Blogger dengan custom domain dan sedikit sentuhan template yang tersedia juga sudah sangat cukup untuk memulai.

Template bagus tersedia banyak, bahkan gratis. Yang terpenting bukan platformnya, tapi kebiasaan menulis dan konsistensi. Dan, yang penting adalah mau terus belajar juga mencobanya.

Kunci Utamanya adalah Membiasakan Diri Menulis

Semua strategi akan percuma tanpa kebiasaan menulis. Blog tidak akan hidup jika jarang diisi.

Mulailah dari tulisan sederhana, dari pengalaman sendiri, dari hal yang kamu pahami. Pelan-pelan, kualitas dan peluang akan mengikuti.

Kalau belum ada waktu yang cukup untuk mengelola blog pribadi, ada banyak alternatif lainnya. Misalnya menulis di medium ataupun platform yang menurut kamu cocok dan mudah digunakan.

Namun, biasanya ada beberapa platform yang sulit untuk terbit, kalau dirasa belum siap, maka silakan dipelajari dulu syarat dan ketentuan di masing-masing platformnya, ya!

Blog Bukan Jalan Pintas, Tapi Perjalanan untuk Terus Bertumbuh

Perjalanan mendapatkan 1 juta pertama dari blog pribadi tanpa adsense bukan cerita instan. Ada fase bingung, ragu, dan ingin menyerah.

Namun jika kamu mau memandang blog sebagai rumah jangka panjang, bukan mesin uang yang cepat menghasilkan, hasilnya akan datang dengan caranya sendiri. Dan mungkin, lebih besar dari yang kamu bayangkan.

Inti dari sharing ataupun tulisan refleksi kali ini adalah, 1 juta pertama jangan dijadikan tujuan kesuksesan, anggaplah itu sebagai bonus dan buah dari kesabaran kamu memulai menjadi seorang blogger.

Bahkan, dari kesibukan sebagai seorang blogger pun kamu bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga lagi. 

Tidak hanya tentang jumlah nominalnya, tapi bisa rasa bangga dengan domain autentik nama sendiri, teman dan relasi yang makin luas, dan tulisan-tulisan kamu bermanfaat jika lebih mudah ditemukan mereka di mesin pencarian internet. 

Jadi, sudah siap untuk memulai menulis di blog pribadi dan menghasilkan lebih banyak hal baik lagi? Tidak hanya satu juta pertama, tapi mungkin saja sepuluh juta, seratus juta, satu miliar, bahkan satu triliun pertama dari konsisten menulis tersebut.

Siap? Semoga tulisan ini bermanfaat. Dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membacanya sampai selesai. Kabari Kak Aziz di kolom komentar jika kamu sudah siap memulainya, dan semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Aamiin.

Moch Abdul Aziz
Moch Abdul Aziz Aktif sharing tips dan motivasi menulis di instagram dan tiktok dengan username @abdulaziz.writer

6 komentar

Silakan berkomentar dengan sopan, boleh bertanya juga ataupun request tulisan selanjutnya!
Comment Author Avatar
Zoya Wirza
30 Januari 2026 pukul 20.25 Delete
Terima kasih kak atas pemaparannya. Menyenangkan sekali bisa tahu lebih rinci terkait perjalanan menjadi seorang blogger ini. Mungkin blog bukan sesuatu yang bisa dipanen cepat. Tapi ibarat membuat "akar", blog bisa untuk itu.
Comment Author Avatar
Rizqia Azzahro
30 Januari 2026 pukul 20.29 Delete
Pertama-tama terima kasih banyak buat kak Aziz atas materinya ini bagus sekali, sangat bermanfaat. Aku suka sekali gaya penulisan kak Aziz yang berfokus untuk menggambarkan bagaimana cara konsisten menulis dengan tujuan edukasi dan pengembangan diri bukan fokus pada cepat dapat uang.

Tulisan kak Aziz mengingatkanku pada konsep barakah yang pernah kubaca dari buku the effect of barakah. Dimana segala hal yang dilakukan perlu ada manfaat dan hikmah bagi diri kita sendiri ataupun orang lain untuk mendatangkan pintu rezeki dan hal ini adalah tulisan yang berfokus membantu orang lain, kemudian tulisan ini pula yang kemudian menjadi salah satu jalan yang menguntungkan dari segi personal branding serta bahkan menghasilkan pendapatan tambahan.

Comment Author Avatar
30 Januari 2026 pukul 20.33 Delete
Salam kenal mas Abdul Aziz...semoga saya bisa sabar dan konsisten seperti mas Aziz dalam membesarkan website. Blog adalah rumah yang nyaman untuk bertumbuh.
Comment Author Avatar
30 Januari 2026 pukul 21.04 Delete
Terimakasih banyak atas materinya kak Aziz. Jadi sedikit lebih tahu tentang dunia blog. Semoga dengan materi kak Aziz ini bisa bermanfaat bagi saya maupun yang lainnya.
Comment Author Avatar
30 Januari 2026 pukul 22.14 Delete
Terima kasih kak atas materi yang diberikan, mungkin pengalaman kak Aziz bisa dijadikan sebagai acuan, spirit, dan juga contoh untuk aku dalam dunia kepenulisan nantinya. Semoga aku bisa konsisten kaya kak Aziz ya, karena jujur kadang aku juga suka kurang konsisten. Sekali lagi terimakasih kak ...
Comment Author Avatar
1 Februari 2026 pukul 06.32 Delete
Terima kasih banyak ilmunya